- KEPALA MTSS ULUMUDDIN MENGHADIRI ACARA TEPUNG TAWAR PENGAWAS KOTA LHOKSEUMAWE BERANGKAT JAM\\
- KEGIATAN TRAINING OF TRAINER SANTRI DAMORA KE MTSS ULUMUDDIN
- HARI BURUH NASIONAL
- HARI PENDIDIKAN NASIONAL (HARDIKNAS)
- PELATIHAN GURU MTSS ULUMUDDIN DENGAN JUDUL GURU SANG MUTIVATOR
- PEMBERIAN APRESIASI OLEH WAKILO KEPALA BIDANG KESISWAAS KEPADA SANTRI YANG SUDAH MENGKAHATAM AL QUR
- MTSS ULUMUDDIN MELAKSANAKAN ASESMEN MADRASAH UNTUK KLS IX MULAI TANGGAL 20 APRIL S/D 26 APRIL 2026
- KEPALA MTSS ULUMUDDIN MENGHADIRI ACARA BIMTEK PENYUSUNAN SOAL AM KELAS IX TAHUN AJARAN 2025/2026
- KEPLA MTSS ULUMUDDIN MENGIKUTI KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS TES KOMPETENSI AKADEMIK
- WISUDA SANTRI DAYAH ULUMUDDIN G-30
Ahli Kejiwaan pribadi Sebut Marshanda sungguh Keterlaluan

LEWAT sebuah video berjudul “The Truth Part #1” yang diunggah ke Youtube Kamis (7/8) malam, Marshanda muncul menjelaskan insiden penjemputan paksa yang dia alami pada 26 Juli 2014 lalu.
Saat itu, saat sedang berada di kamar apartemennya, Caca--sapaan akrabnya--mengaku didatangi oleh tak kurang dari 7 orang. Mereka terdiri dari 3 petugas dari rumah sakit jiwa, petugas kepolisian, petugas keamanan apartemen, serta pengurus apartemen.
Pada kesempatan itu, menurut Caca, perawat laki-laki dan perempuan memaksa dirinya untuk disuntuk dan dibawa ke rumah sakit untuk diopname.
“Aku enggak terima dan dengan hormat meminta mereka untuk keluar dari apartemen aku. Kareka aku sudah merasa enggak nyaman,” bilang ibu satu anak itu.
Namun sang perawat tetap pada pendiriannya dan kemudian menelepon dr. Richard Budiman, dokter ahli kejiwaan yang selama ini menangani Caca. Telepon itu kemudian diberikan kepada Caca.
Baca Lainnya :
“dr. Richard bilang, 'Ca, beberapa hari ini kamu sudah keterlaluan lho, Ca. Sudah banyak tindakan kamu yang keluar jalur, sudah banyak diomongin di TV',” Caca menirukan apa yang dikatakan dr. Richard di seberang telepon.
“Saya enggak nangkap apa yang disebut keluar jalur secara psikis. Akhirnya saya bilang, yasudah dok, saya telepon pengacara saya dulu deh,” lanjutnya.
Usaha Caca untuk menghubungi pengacara OC Kaligis saat itu sia-sia. Teleponnya tak diangkat. Karena terus didesak, bintang sinetron “Bidadari” itu akhirnya pasrah menerima suntikan di lengan kanan dan kirinya.










